Kisah Kreator

Kisah Sukses Sambal Bude Yati: Dari Pesanan Arisan Hingga Menjangkau Luar Kota

Bermula dari iseng membuatkan sambal untuk acara kumpul tetangga, Yati Sumiati kini berhasil memberdayakan ibu rumah tangga di sekitarnya lewat bisnis sambal kemasan.

Oleh Akbar Widya · · 2 menit baca
Kisah Sukses Sambal Bude Yati: Dari Pesanan Arisan Hingga Menjangkau Luar Kota

Perjalanan usaha seringkali dimulai dari hal yang paling sederhana. Begitulah yang dialami oleh Yati Sumiati, pemilik brand kuliner Sambal Bude Yati yang berlokasi di Sokaraja, Banyumas. Berawal dari kebiasaannya membuat sambal bawang segar untuk menemani makan siang di acara arisan RT, cita rasa pedas gurih racikannya mulai melekat di hati para tetangga.

"Awalnya cuma iseng, karena tetangga pada suka dan sering minta dibuatin kalau ada acara. Lama-lama, ada yang mengusulkan buat dijual saja," kenang perempuan yang akrab disapa Bude Yati ini.

Menyadari potensi tersebut, Bude Yati mulai mencoba memproduksi dalam skala kecil. Tantangan pertama yang ia hadapi adalah masalah ketahanan produk. Sambal ulek biasa tentu tidak akan bertahan lama. Melalui berbagai percobaan dan pencarian informasi, ia akhirnya menemukan teknik memasak perlahan dengan minyak yang tepat dan mengemasnya ke dalam botol kaca agar kondisi di dalam botol menjadi kedap udara (vakum). Inovasi pengemasan inilah yang menjadi titik balik usahanya pada awal tahun 2023.

Dengan kemasan botol kaca, Sambal Bude Yati tak lagi terbatas di lingkungan Sokaraja. Pesanan mulai berdatangan dari berbagai kota, dibawa oleh para mahasiswa atau pekerja asal Banyumas yang merindukan cita rasa sambal kampung halaman. Varian "Sambal Bawang Ekstra Pedas" dan "Sambal Cumi Asin Gurih" kini menjadi produk primadona yang paling sering dikirim keluar kota.

Seiring meningkatnya pesanan, Bude Yati tidak lagi bisa bekerja sendiri. Alih-alih menggunakan mesin produksi massal, ia lebih memilih untuk merangkul ibu-ibu di sekitar rumahnya. "Saya ingin tetangga juga ikut merasakan berkahnya. Jadi ibu-ibu di sini saya ajak bantu-bantu memilah cabai, mengupas bawang, sampai menempel stiker kemasan," tambahnya dengan senyum.

Lebih dari sekadar bisnis kuliner, Sambal Bude Yati kini telah menjadi wadah pemberdayaan kecil-kecilan di lingkungannya. Komitmennya untuk tidak menggunakan pengawet buatan dan selalu memakai bahan baku dari petani lokal Banyumas menjadikan setiap botol sambalnya tidak hanya enak di lidah, tetapi juga membawa nilai kebaikan bagi komunitas sekitarnya.

sambal kuliner lokal umkm banyumas pemberdayaan perempuan sambal bawang